jump to navigation

21 Tewas, Kasus Zakat Pasuruan Tersendat November 12, 2008

Posted by n4nachiby in Kumpulan Berita.
Tags:
trackback

Proses penyidikan kasus pembagian zakat yang menewaskan 21 orang dan membuat belasan lainnya terluka pada Ramadan 15 September lalu, sudah berlangsung hampir 2 bulan. Namun hingga kini, kejelasan sampai sejauh mana proses penyidikannya, pihak Polresta Pasuruan terkesan enggan membukanya.

Selain itu, satu-satunya tersangka yang juga putra hartawan pembagi zakat H. Saikhon, tidak lagi dalam tahanan kepolisian setidaknya sampai Senin (10/11) lalu. Bahkan, berdasarkan pantauan Surya, keluarga H. Saikhon dan juga anak-anaknya sudah sering tak terlihat di rumahnya di Gang Pepaya, Jl Wahidin Selatan, Kelurahan Purutrejo, Kota Pasuruan –yang menjadi lokasi pembagian zakat yang berujung maut itu.

Ada kabar bahwa keluarga H. Saikhon yang dikenal sebagai juragan kulit sapi itu kini tinggal di Malang. Namun, informasi lain menyebutkan, H. Sakihon dan anak-anaknya masih terlihat di Pasuruan tapi di tempat lain –bukan di Jl Wahidin Selatan.

“Penyidikannya sudah selesai dan masuk tahapan eksaminasi atau pemeriksaan. Untuk detilnya, silakan tanya ke Polda Jatim,” terang Kapolresta Pasuruan, AKBP Herry Sitompul, saat ditemui Surya di ruang kerjanya, Senin (10/11).

Saat didesak untuk sedikit mengungkap perkembangan penanganan kasus tersebut, Kapolresta Pasuruan menolaknya. Alasannya, pihak yang paling berwenang menjelaskan adalah Polda Jatim. “Kapan berkasnya akan dilimpahkan ke kejaksaan, itu kewenangan Polda. Saya juga ingin masalah ini cepat selesai,” jawabnya.

Namun, saat dihubungi Surya soal penanganan kasus itu oleh pihak Polda, Direktur Reskrim Polda Jatim Kombes Pol Drs Edy Supriadi SH juga tidak bisa menjelaskan. “Oh begitu ya. Coba saya cek dulu ya,” kata Edy, yang belum lama menjabat sebagai Dirreskrim itu. Apakah betul kepolisian terkesan lelet atau lamban dan mengambangkan penanganan kasus ini? “Nanti, saya akan cek dulu,” ucap Edy.

Tragedi terbesar dalam pembagian zakat di Indonesia yang sempat mendapat perhatian Presiden SBY itu, membuat keluarga H. Saikhon terseret ke jalur hukum. Selain H. Saikhon sendiri, istrinya Hj Hanifah dan dua putranya HM Faruq dan HA Cholid (biasa dipanggil Vivin) turut menjalani pemeriksaan di kepolisian.

Akhirnya HM Faruq ditetapkan sebagai tersangka, dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian orang lain.

“Peristiwa itu terjadi karena mereka memang lalai. Ini sama saja dengan sopir yang kecelakaan dan menyebabkan orang lain meninggal,” kata Iptu Kasminto, KBO Reskrim Polresta Pasuruan saat ditanyai Surya sebelumnya.

Usai Lebaran lalu, tersangka HM Faruq sudah bisa menghirup udara bebas. Tersangka dan keluarga H. Saikhon sendiri, kemudian sulit diketahui persis keberadaanya. Terlebih, keluarga kaya itu dikabarkan memiliki rumah di sejumlah tempat.

“Setelah peristiwa zakat lalu, Vivin jarang sekali ke tempat ini. Jika datangpun hanya beberapa saat dan pergi lagi. Vivin malah sering di rumah itu dengan salah seorang temannya,” kata tukang becak bernama Yanto, sembari menunjuk rumah H. Saikhon yang pagarnya bercat biru –yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah di Gang Pepaya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: