jump to navigation

Penumpang Telantar, Jalan Macet (Surabay) Mei 27, 2008

Posted by n4nachiby in Kumpulan Berita.
trackback

Sopir Angkot Mogok, Transportasi Lumpuh Lima Jam
SURABAYA – Transportasi umum di Surabaya lumpuh kemarin (26/5) pagi. Penyebabnya, ratusan sopir angkutan kota (angkot) yang melayani 58 rute di seluruh penjuru kota mogok masal.

Bukan hanya mogok, para sopir mencegat bus kota dan taksi yang sedang melayani penumpang. Berdasar pantauan Jawa Pos, sedikitnya ada lima titik para sopir angkota (lin) menghadang bus kota atau taksi. Yakni, pintu keluar bus kota di Terminal Bungurasih, akses masuk tol Waru, depan Terminal Joyoboyo, pertigaan Jalan Margorejo-A. Yani, dan Jalan Simokerto.

Selain melumpuhkan transportasi umum, aksi para sopir angkot itu memacetkan lalu lintas. Sebab, ketika mereka mencegat angkutan umum lain, kendaraan di belakangnya ikut berhenti.

Aksi mogok dan pencegatan dimulai sekitar pukul 05.00. Petugas sempat dibikin kewalahan atas kondisi tersebut. Sebab, calon penumpang yang sebagian besar terdiri atas pelajar, karyawan perusahaan, dan pegawai negeri keleleran di terminal maupun tempat-tempat pemberhentian sementara angkutan umum itu. Bahkan, penumpang yang sudah berada di dalam taksi atau bus kota dipaksa turun.

Di Terminal Purabaya (Bungurasih), kendati para sopir bus kota tak ikut mogok, kendaraan mereka tetap tak bisa beroperasi. Sebab, pintu keluar terminal dihadang belasan sopir Lin F.

Sempat terjadi ketegangan antara Supari, koordinator aksi pemblokadean tersebut, dengan Radianto, wakil kepala UPTD Terminal Purabaya. Blokade dibuka sekitar pukul 06.30 ketika sejumlah personel tim khusus Speed dari Satlantas Polwiltabes Surabaya turun tangan. “Silakan Anda berdemo, tapi tolong jangan halangi kepentingan masyarakat. Kalau mau tetap blokade, urusan bisa tambah panjang lho,” ujar Radianto kepada Supari.

Radianto pantas sewot. Maklum, rata-rata penumpang bus kota di Terminal Purabaya tiap pagi mencapai 10 ribu orang. “Bayangkan kalau tak bisa berjalan, mau dikemanakan 10 ribu penumpang itu?” ungkapnya.

Kendati demikian, tak semua di antara 150 bus kota yang beroperasi di Terminal Bungurasih berani beroperasi. “Kami dengar ada pemblokadean di Joyoboyo, Tol Waru, dan Giant (pertigaan Margorejo-A. Yani, Red),” kata Alimin, seorang sopir bus kota swasta yang melayani rute Bungurasih-Pasar Turi via tol.

Para sopir bus kota baru berani beroperasi setelah polisi menyediakan pengawalan. Bersamaan dengan itu, polisi juga mengurai simpul-simpul jalan yang diblokade massa tersebut. Seorang kernet angkot yang diketahui merampas kunci bus kota sempat ditangkap Kanit Regident Satlantas Polwiltabes Surabaya AKP Pranatal Hutajulu di depan Terminal Joyoboyo. Oleh Pranatal, kernet bernama Suparman, warga Jalan Gunungsari itu, diserahkan ke Polsek Wonokromo untuk diproses.

“Namun, tidak kami tahan. Itu setelah kuncinya diberikan kembali ke sopir bus kota,” jelas Kapolsek Wonokromo AKP Nuryadi.

Namun, Suparman juga harus menandatangani pernyataan tak akan mengulangi perbuatannya di atas kertas bermeterai. “Kalau berulah lagi, baru kami tahan,” tegas Nuryadi.

Di beberapa terminal dan titik pemberhentian angkutan umum lainnya, banyak penumpang yang keleleran. Puluhan unit kendaraan seperti bus, minibus, truk, dan mobil patroli yang disebar pemkot di semua titik terminal tidak mampu mengangkut semua penumpang. Di Terminal Joyoboyo misalnya, para penumpang dibuat bingung.

Sejak pukul 05.30, tidak ada angkot yang melayani penumpang. Satu truk mobil Bakesbang Linmas hanya mampu mengangkut 30 orang. Itu pun sebagian harus berdiri. Tak ayal, kendaraan yang diberi tulisan jurusan Karang Pilang itu langsung diserbu pelajar, guru, mahasiswa, hingga karyawan. Mereka rela berdiri dan berdesak-desakan.

Begitu kendaraan pemkot yang lain tiba, juga langsung diserbu. Rentang waktu yang agak lama antara kendaraan yang satu dengan yang lain membuat para pelajar telat tiba di sekolah. Oka Rojiyantoro, siswa kelas VIII SMP 40, mengaku terlambat masuk kelas.

Biasanya, dia masuk sekolah pukul 07.00. Namun, hingga 07.15, dia tidak kunjung mendapat tumpangan. Beruntung, di terminal itu dia bertemu Hariyati, salah seorang gurunya. Hariyati yang juga bingung lantaran tidak mendapat tumpangan langsung menelepon ke sekolah. “Saya hubungi sekolah dan menyampaikan bahwa saya pasti telat,” ujarnya.

Jarak rumah Hariyati dengan sekolah tempatnya mengajar cukup jauh. Rumahnya di Platuk Donomulyo cukup jauh dengan SMP 40 di Wisma Lidah Kulon. “Tiap hari saya berangkat pukul 05.00. Dari rumah ke Tambaksari diantar suami. Dari Tambaksari ke sini (Joyoboyo, Red) naik Lin F. Tadi masih ada yang mau angkut penumpang. Dari sini, lantas sama sekali tidak ada yang mau ngangkut,” jelasnya.

Memang, beberapa angkutan umum kemarin masih melayani penumpang. Namun, begitu tiba di Joyoboyo, oleh beberapa sopir angkutan umum lain, angkot tersebut langsung dikosongkan. Beberapa penumpang ditarik-tarik supaya keluar. Akhirnya, tidak ada yang berani lagi mengangkut penumpang.

Para pelajar, guru, dan karyawan pun panik. Mereka langsung menghubungi keluarga masing-masing, pihak sekolah, atau tempat kerjanya. Ada yang meminta izin terlambat, ada pula yang meminta dijemput keluarganya. Juga, ada penumpang yang menangis karena harus mengikuti interview penerimaan pegawai.

Sekitar pukul 08.00, sebagian sopir angkot nglurug DPRD Jatim. Tiap trayek mengirimkan perwakilan sekitar lima orang. Yang lain tetap berada di lokasi untuk melanjutkan mogok dan mencegat angkutan yang masih beroperasi.

Di DPRD Jatim, mereka berorasi dan berdialog dengan komisi D (pembangunan). Sekitar pukul 11.00, meski belum puas, mereka bubar setelah dewan berjanji mendialogkan hal tersebut dengan gubernur. Setelah itu, mereka kembali bergabung dengan teman-temannya di lokasi semula. Sekitar pukul 14.00, para sopir kembali beraktivitas mengangkut penumpang.

Transportasi di Surabaya benar-benar lumpuh selama lima jam. Antara pukul 05.00 hingga 10.00. Sebab, selama perwakilan mereka nglurug dewan, sekitar pukul 10.00, sebagian sopir sudah beroperasi menarik penumpang, sehingga penumpang yang telantar bisa berkurang.

Taruman, salah seorang sopir Lin P, mengungkapkan, aksi akan terus dilakukan selama DPRD tidak menampung aspirasi mereka. “Seharusnya, begitu harga BBM naik, tarif angkot segera dinaikkan. Namun, hingga sekarang, SK wali kota belum turun,” ujarnya.

Dulu, kata dia, pemerintah berjanji memberi subsidi 10 liter per hari jika BBM naik. “Kebutuhan kami tiap hari rata-rata 20 liter. Tapi, ternyata subsidi belum diberikan,” ungkapnya.

Dia menyatakan, dengan kenaikan harga BBM, pengeluaran untuk membeli bahan bakar membengkak dari Rp 45 ribu menjadi Rp 60 ribu per hari. Padahal, jelas dia, pendapatan bersih yang diterima sopir angkot rata-rata per hari hanya sekitar Rp 25 ribu. “Bahkan, pada Sabtu cuma Rp 10 ribu. Berarti, kami harus nomboki. Daripada jalan harus nomboki, lebih baik kami tidak usah beroperasi,” tegasnya.

Namun, ada beberapa sopir angkot yang memutuskan sendiri untuk menaikkan tarif. Dari semula Rp 2.500 menjadi Rp 3.000. “Nggak makan kalau gak dinaikkan,” ujar Suparno, salah seorang sopir Lin F.

Ketua DPC Organda Surabaya Wastomi Suheri meminta maaf kalau ada masyarakat yang terganggu oleh aksi mogok tersebut. “Tapi, kami memperjuangkan kepentingan warga juga. Kalau perjuangan berhasil, tarif angkot tak akan naik,” jelasnya.

Dia menuturkan, kalau tak ada subsidi, tarif angkot akan naik Rp 500-Rp 700 atau dari Rp 2.300 sekarang menjadi sekitar Rp 3 ribu.

Menurut Wastomi, demo kemarin masih “pemanasan”. “Itu merupakan instruksi dari DPP Organda,” katanya.

Bila dalam tiga hari pemerintah tak mempunyai solusi terhadap masalah angkutan darat, pihaknya mengancam melakukan pemogokan nasional.

Sumber : Radar Surabaya

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: